Manusia dan Penderitaan
Manusia
diciptakan oleh Allah SWT dengan takdirnya yang sudah ditentukan dari sebelum
kita lahir ke dunia. Takdir mengenai hidupnya, rezekinya, jodohnya, susah dan
senangnya, hingga matinya pun ditentukan oleh Yang Maha Menakdirkan. Namun
sebuah nasib seorang individual ditentukan oleh dirinya sendiri walaupun
akhirnya berujung pada takdir yang sudah ditentukan.
Hidup di
dunia tidak semata-mata senang, selalu naik, tanpa halangan. Namun ada kalanya
kita merasakan pahit, menderita, jatuh, berada diposisi terbawah dalam hidup.
Pengalaman hidup ini dirasakan manis dahulu baru kemudian pahit, bisa juga
pahit dahulu baru manis tergantung kepada individu masing-masing.
Dalam
bab ini akan dijelaskan mengenai penderitaan, dimana saat kita mengalami posisi
dibawah, rasa sakit, pahit yang manusia alami dalam hidupnya.
A. PENGERTIAN
PENDERITAAN.
Penderitaan asal katanya derita yang
dijelaskan dalam kamus Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang menyusahkan yang
ditanggung dalam hati. Sedangkan penderitaan ialah keadaan yang menyedihkan
yang harus ditanggung. Dan penderita adalah orang yang yang merasakan
penderitaan. Penderitaan itu sendiri dapat berupa lahir atau batin, dan atau
lahir batin.
Penderitaan itu tidak bisa dipukul
rata untuk semua kehidupan manusia, ada taraf penderitaan yang menurut suatu
kelompok atau individu sangat sulit untuk dilalu namun bagi sebagian kelompok
atau individu lain mudah untuk dilalui. Oleh karena itu Allah memberikan cobaan
menurut kadar atau kemampuan seseorang.
Manusia hidup dengan penderitaan
merupakan resiko, tantangan hidup, agar hidup ini penuh dengan lika-likunya
tidak mendatar terus menerus. Penderitaan dapat dijadikan pengalaman hidup,
pelajaran dan ada hikmahnya tersendiri untuk diri sendiri maupun untuk kehidupan
orang lain. Lalu hidup ini diibaratkan seperti roda kadang kala keadaan
seseorang berada diatas dan ada waktunya dia untuk dibawah. Penderitaan bisa
dijadikan motivasi untuk bangkit, sebagai penentu kebahagiaannya dimasa yang
akan datang dengan melakukan berbagai upaya.
Manusia diperingatkan atau
diingatkan akan suatu penderitaan dapat melalu mimpi, pertanda, perkataan orang
lain, dan lain-lain. Sebagai peringatan dari Allah SWT agar kita senantiasa
tidak lalai, tanggap dan mendekatkan diri kepada-Nya. Ketebalan iman suatu
individu lah yang menentukan seorang hamba akan kebal terhadap guncangan dalam
hidupnya. Biasanya individu yang ketebalan imannya baik bisa dilihat dari pola
hidupnya yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memasrahkan hidupnya
setelah berikhtiar atas penderitaan atau cobaan yang diberikan. Sedangkan yang
lemah iman cenderung melemahkan pikiran juga tidak jarang yang bunuh diri,
stress, akibat tidak kuat terhadap penderitaannya.
B. SIKSAAN.
Siksaan asal katanya ialah siksa
menurut kamus Bahasa Indonesia yang artinya penderitaan sebagai hukuman dan
siksaan adalah hasil dari menyiksa. Penyiksaan ada yang berupa fisik ada yang
berupa rohani.
Siksaan yang berkenaan dengan siksa
Allah kepada manusia yang tidak taat ataupun melakukan maksiat banyak terdapat
didalam Al-Qur’an. Ada yang disebabkan menyiksa orang lain dengan
sewenang-wenang karena merasa kedudukannya yang tinggi, ada yang karena keserakahannya
dll. Contoh tokohnya seperti Fir’aun, Qarun, Abu Lahab dll. Karena disebabkan
ulah mereka sendirilah mereka tersiksa.
1)
Siksaan
Fisik.
Adalah siksaan karena kekerasan yang dapat menimbulkan
korban jiwa, seperti kasus pembunuhan, penyiksaan orang lain mau pun orang
dekat karena suatu permasalahan.
2)
Penyiksaan
Psikis.
Adalah penyiksaa yang biasanya berbentuk kontak batin,
atau perasaan yang membuat hati tidak enak. Seperti kebimbangan, kesepian, dan
ketakutan.
a)
Kebimbangan,
atau gudah atau galau dialami oleh orang yang sedang memiliki dua opsi namun
hatinya bingung untuk menentukannya dan terjadilah perasaan yang mengganjal.
b)
Kesepian,
dimana seseorang memiliki banyak individu atau kelompok dilingkungannya namun
tidak dapat bersosialisasi dengan baik dan hatinya terasanya tidak memiliki
siapapun diantara keramaian.
c)
Ketakutan,
ialah keadaan batin yang menyakitkan dan tersiksa dikarenakan suatu hal yang
mengakibatkan menjadi phobia.
C. KELAKUAN
MENTAL.
Kelakuan mental adalah penderitaan
dalam ilmu psikologi. Yaitu mengenai kejiwaan individu karena tekanan yang
tidak dapat dikontrol dan permasalahan yang tidak dapat terselesaikan. Terdapat
gejalanya, yakni :
1)
Jasmani
sering sakit.
2)
Jiwanya
yang tidak tenang.
Tahap- tahap gangguan kejiwaan :
1)
Jasmani
dan rohani tidak sehat.
2)
Tidak
kebal dengan permasalahan.
3)
Kekalutan
mental dan akhirnya mengalami gangguan jiwa.
Sebab yang menjadikan kekalutan mental, yaitu :
1)
Iman
yang lemah.
2)
Pribadi
yang lemah.
3)
Konflik
sosial budaya.
4)
Kesiapan
batin.
Proses kekalutan mental memiliki dampak positif dan
negatif tergantung kepada individu yang menghadapinya.
1)
Positif
: mendorong individu untuk bangkit dan melakukan ikhtiarnya.
2)
Negatif
: mengulur masalah sehingga tidak terselesaikan dan frustasi. Contoh frustasi.
-
Agresi
yaitu marah yang menyebabkan hipertensi.
-
Regresi
yaitu reaksi atas suatu perilaku yang ditandai dengan sifat kekanakan.
-
Fiksasi
yaitu melakukan penyesalan yang ditandai kekerasan pada diri sendiri.
-
Proyeksi
yaitu kelemahan yang dilemparkan kepada orang lain.
Penderita kekalutan mental terdapat dalam lingkup :
1)
Kota-kota
besar yang memiliki kehidupan yang berat.
2)
Anak
muda yang mencari jati diri namun gagal.
3)
Wanita
yang berperasa dan lemah iman.
4)
Orang
yang tidak memiliki agama.
5)
Orang
yang mengejar materi
D. PENDERITAAN
DAN PERJUANGAN.
Semua manusia kodratnya memiliki
penderitaan atau cobaan dalam hidupnya, disisi sebuah penderitaan manusia juga
diberikan kebahagian setelah melewati masa sulit selama merasakan penderitaan.
Karena Allah SWT telah menciptakan semuanya dengan berdampingan dan Allah SWT
bertindak adil atas apa yang dilakukan oleh hambanya dalam melewati cobaan.
Dalam meraih kemenangan melawan
penderitaan dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah, tergantung dengan masalah
yang dihadapinya. Manusia yang kebal dan teguh imannya lah yang menjadi modal
bagi kita untuk bisa bangkit dari suatu keterpurukan yang mendalam. Dan
dibutuhkan pula budaya sebagai sarana mencari kunci jawaban dari sebuah
masalah.
E. PENDERITAAN
DAN SEBAB-SEBABNYA.
Terdapat
beberapa sebab-sebab penderitaan, diantaranya :
1)
Ditimbulkan
karena perbuatan buruk manusia.
Adalah hubungan antara manusia dengan manusia atau
lingkungannya yang terjadi karena tangan manusia yang dzolim. Dan dampak
buruknya kembali pada masia itu sendiri.
2)
Karena
Azab Allah.
Dapat dikatakan bahwa ini adalah azab dari Allah yang
disebabkan bukan karena Allah yang melakukan, tapi karena tidakan manusia yang
maksiat sehingga terjadilah azab yang menimpa manusia itu sendiri. Allah tidak
akan mengazab apaila kita membawa kebaikan Karena harus dipertanggung jawabkan.
Kesimpulan.
Manusia hidup didunia
denga takdir yang menyelimuti individu, yang diberikan Allah SWT semenjak kita
masih dikandungan. Manusia hidup dengan menderita, dengan kebahagiaan adalah
cobaan. Dengan diberikan menderita bisakah kita bangkit dan bergerak maju?
Dengan diberikan kebahagiaan bisakah kita mengontrol diri terhadap kebahagiaan
yang kita miliki?
Inilah hidup yang pada
dasarnya adalah resiko, dimana kita harus dituntut untuk berjuang dalam keadaan
apapun dan saat apapun. Disaat sudah berjuang kita juga harus membantunya
dengan doa, setelah berdoa itulah kita pasrahkan segalanya kedalam genggaman
Allah SWT.
Daftar Pustaka.
Alwi, Hasan
dkk.2001.KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
EDISI KETIGA.Jakarta : Balai Pustaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar