Manusia dan
Harapan
A.
Pengertian
Harapan.
Manusia, manusia hidup dengan penuh
harapan, baik harapan hidupnya maupun harapan untuk kehidupan yang kelak
dijalaninya diakhirat. Harapan menurut kamus besar bahasa Indonesia berasal
dari kata harap yang artinya mohon atau meminta, dan harapan sendiri adalah sesuatu
yang dapat diharapkan. Harapan tentulah disertai keinginan yang sangat besar
dan tidak luput daripada usaha untuk mewujudkan harapannya. Semua harapan
tentulah tidak akan dapat diraih kecuali dengan usaha kita, doa kita kepada
Allah.
Berharap tentu saja merupakan
permintaan yang baik-baik, secara agama harapan bisa juga disebut dengan doa
yang kita panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa. Semua harapan yang kita kita
inginkan, kita panjatkan tidak semuanya bisa terwujudkan secara cepat, ada yang
bertahun-tahun menunggu kepastian akan harapan yang diinginkan, ada pula yang
dikabulkannya saat kita meninggal.
Harapan tergantung kepada masing-masing
manusia yang menjalani kehidupan, ada yang berharap melalui penderitaan yang
dideritanya, berharap saat kita terpojok, selalu berharap kepada hal yang sama
walaupun telah diwujudkan.
B.
Sebab
Adanya Harapan.
Manusia diciptakan Allah SWT dengan
berpasang-pasangan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa serta mengenal satu sama
lainnya. Saling berhubungan antar satu sama lain, beradaptasi, dan bergaul
dengan lingkungan yang disertai perbedaannya. Ada dua hal yang mendorong
manusia dalam bergaul, yaitu :
1) Dorongan
Kodrat.
Kodrat adalah sifat asli, sifat
bawaan yang ada pada diri manusia yang asalnya merupakan kekuasaan dari Allah
SWT. Menuntun manusia untuk mengekspresikan keadaan yang sedang dialami,
seperti menangis, tertawa, sedih dan lain-lain.
Dengan kodrat yang dimiliki oleh
setiap manusia inilah manusia memiliki keinginan atau harapan untuk
mengimplementasikan yang mereka kehendaki, misal seperti kita melihat korban
bencana alam, pasti kita berharap bisa membantu sodara kita yang terkena
musibah dan merasakan sedih karena penderitaan yang dialami mereka, lalu dari
sisi sodara kita yang terkena musibah berharap sodaranya membantu mereka yang
sedang dalam masa sulit.
Semua makhluk hidup diberikan kodrat
oleh Yang Maha Kuasa, binatang dan tumbuhan pun memiliki kodrat. Misalnya hewan
ular derik apabila merasa terancam akan mengeluarkan derikan dari ekornya, lalu
tumbuhan memiliki kodrat bergerak mengikuti arah matahari, dan lain-lain.
Namun tentu saja kodrat manusia
dengan makhluk lainnya memiliki perbedaan, manusia memiliki akal budi pekerti,
dapat memilah apa yang harus ia lakukan dengan keadaan yang sedang terjadi
namun tidak menyalahi kebudayaan yang ada dalam suatu lingkungan.
Intinya dengan kodrat yang dimiliki
manusia dapat mempunyai harapan yang begitu beragam.
2) Dorongan
Kebutuhan Hidup.
Kebutuhan hidup merupakan pokok kita
dalam memenuhi keinginan kita dan inilah takdir dari Allah bahwa manusia harus
memenuhi apa yang dia butuhkan dalam kehidupannya baik berupa kebutuhan
jasmaninya maupun kebutuhan rohani yang manusia perlukan.
Kebutuhan jasmani, seperti : Makan, minum, rumah, pakaian,
kesejahteraan, hiburan, olahraga, kesuksesan dan lain-lain. Untuk memenuhi
kebutuhan ini manusia saling berinteraksi dan bekerja sama dalam pemenuhannya
dalam fisik ataupun pikiran.
Kebutuhan rohani, seperti : Solat, puasa, zakat, mengikuti pengajian
dan lain-lain. Dalam pemenuhannya dibutuhkan kedekatan dengan Allah, dengan
ilmu agama Islam.
Dengan
adanya kedua dorongan ini manusia memiliki harapan untuk hidup dalam penuh
kebutuhan dan tidak lepas dari kodratnya.
Menurut
Abraham Maslow sebuah harapan yang berasal dari kodrat manusia dan kebutuhan
hidupnya adalah :
1) Kelangsungan
hidup (survival).
Kelangsungan hidup adalah kebutuhan
yang paling mendasar untuk melanjutkan kehidupan manusia. Pangan, sandang,
papan, dan kebutuhan tersier lah yang menjadikan dasar untuk hidup kita.
Manusia sebelum lahir pun memiliki
harapan yakni untuk keluar dari rahim ibunya dan dapat hidup di dunia dengan
baik.
Pangan merupakan kebutuhan dalam
pemenuhan fisik yang paling utama, dari sejak lahir bayi diberi makan berupa
asinya.
Sandang pada awalnya berupa
perlindungan orangtua kepada sang bayi, namun kebutuhan ini berkembang sesuai
kebutuhan.
Papan sebagai tempat untuk mendapat
keamanan tersebut, untuk berlindung dari cuaca, dan tempat untuk melakukan
aktivitas didalamnya.
Dari sejak lahir itulah manusia
belajar untuk mendapatkan pangan, sandang, papan dengan penuh harapan semua
kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan baik dan sesuai harapan.
2) Keamanan.
Merupakan hal yang manusia inginkan
saat lahir adalah akan dilindungi, saat lahir orangtua akan memberi pengamanan
terhadapan anaknya yang baru lahir. Setelah tumbuh menjadi anak-anak keamanan
dari orangtua berubah menjadi sebuah kehangatan, pelukan agar membuat kita
tenang. Lalu tumbuh menjadi manusia dewasa, yang berharapkan keamanan yang
didapat dari Allah akan keamanan fisik maupun rohaninya.
3) Hak
dan kewajiban mencintai dan dicintai.
Tiap manusia memiliki hak untuk
dicintai atau mencintai orangtuanya ataupun pasangan hidupnya kelak sudah
berkeluarga. Sejak lahir manusia diberikan kasih sayang oleh orangtuanya, namun
seiring bertumbuh dewasa keinginan dicintai bertambah menjadi keharusan untuk
mencintai.
4) Status.
Setiap manusia memiliki status
ataupun identitas, saat lahir pasti kita diberikan status, anak dari keluarga
siapa, bernama siapa, lahir dinegara mana, dan berada pada masyarakat apa. Karena
itulah status diberikan kepada tiap individu yang lahir ke dunia.
Sangat lah penting memiliki status
karena dengan status yang dimiliki seseorang bisa menjadi penanda, siapakah
dirinya, dan menjadi kenal dengan dirinya sikapnya dan cap dari masyarakat
tentangnya.
5) Perwujudan
cita-cita.
Bahwa dengan sesuai dengan keahlian
dan pendidikan yang didapatkannya sebagai penunjang untuk mewujudkan
cita-citanya dalam menggapai kesuksesannya untuk hidupnya.
C.
Kepercayaan.
Kepercayaan asal katanya adalah percaya
yang artinya mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata, dan
mempercayai sendiri ialah menganggap benar atau nyata. Dalam islam kepercayaan
atau iman meliputi, iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, iman kepada Rasul,
iman kepada Kitab Allah, dan iman kepada Qada dan Qadarnya Allah.
Tiga teori kebenaran menurut Dr.
Yuyun Suriasumantri, yaitu :
1) Teori
koherensi atau konsistensi.
Yaitu
pernyataan dianggap benar bila pernyataan bersifat koherensi dengan pernyataan
sebelumnya.
2) Terori
Korespondensi.
Teori
yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila materi yang dikandungnya
berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3) Teori
pragmatis.
4) Pernyataan
diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan
praktis.
Kebenaran yang harus dijaga agar
orang tidak men-cap buruk dan menjatuhkan nama kita yakni kebenaran dalam
bertindak, berbuat, berupaya, dan berpendapat.
D.
Berbagai
Kepercayaan dan Usaha Meningkatkannya.
Dasar
dari kpercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran tersebut ialah manusia itu
sendiri. Kepercayaan dibedakan menjadi :
1) Kepercayaan
kepada Allah.
Merupakan
kepercayaan yang paling teratas yang harus dilakukan, percaya bahwa Allah itu
ada dan selalu mengawasi setiap kehidupan makhluk di jagad raya ini. Percaya
kepada Allah menjadikan dasar bahwa kehidupan ada yang mengatur, bahwa Allah
adalah tempat manusia melangsungkan kehidupannya di dunia.
2) Kepercayaan
kepada diri sendiri.
Bahwa
manusia harus mempercayai dirinya sendiri tanpa harus keluar dari kaedah. Bahwa
manusia bisa berargumen, percaya mampu menghadapi segala hal, percaya akan
kebenaran dalam dirinya. Inilah sifat yang diberikan Allah kepada masing-masing
individu.
3) Kepercayaan
kepada orang lain.
Memberikan
kepercayaan kepada orang yang dipercayai, kepada orantua, guru, teman dan
lain-lain. Merupakan kedekatan yang menjadikan kita mempercayai orang lain.
Kesimpulan
Harapan itu adalah hal yang natural
yang diberikan oleh Allah SWT kepada tiap-tiap manusia. Maka oleh karena itulah
manusia tidak boleh berhenti berharap kepada Allah, kepada diri sendiri dan
kepada kehidupannya dimasyarakat dan orang-orang disekelilingnya.
Daftar Pustaka
Alwi,
Hasan dkk.2001.KAMUS BESAR BAHASA
INDONESIA EDISI KETIGA.Jakarta : Balai Pustaka.
Amru
Ghazali, M. Yusuf.2011.ENSIKLOPEDIA
AL-QUR’AN & HADIS PER TEMA.Jakarta : Alita Aksara Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar