Manusia
dan Kebudayaan
1. Manusia
Manusia adalah makhluk yang berakal budi, semua akal budi
atau ikhtiar ada ditangan manusia khususnya dalam berbudaya, dalam kehidupan
masyarakat, dll yang digantungkan seluruhnya kepada Allah yang Maha Esa. Manusia yang berbudaya biasa disebut Homo
Humanus.
Manusia adalah makhluk yang palig sempurna yang telah
diciptakan oleh Allah SWT, “Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam
bentuk sebaik-baiknya” (QS. At-Tin [95] : 4)
1.1 Unsur-unsur
Manusia.
Terdapat
beberapa unsur yang menyusun manusia itu sendiri :
a.
Roh
yaitu sesuatu unsur yang ada dalam jasad yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai
penyebab adanya kehidupan.
b.
Jasad
yaitu sesuatu yang berwujud, dapat terlihat kasat mata, dapat disentuh dan
menempati ruang.
c.
Akal
yaitu daya piker untuk memahami sesuatu dll, yang diberikan Allah hanya kepada
manusia.
d.
Hawa nafsu
yaitu kecenderungan atau keinginan hati yang kuat untuk menurutkan kata
hatinya.
1.2 Macam-macam
Kepribadian.
Manusia
pun memiliki kepribadian diantaranya :
1.
Id (hasrat) yaitu kepribadian yang tidak nyata dalam bentuk libidinal atau kesenangan,
menunjukan ciri alami yang irrasional, dan mengenai seksual serta dipengaruhi
realitas dan sosial. Bentuk pemenuhannya :
a.
Secara
tidak langsung, bisa melalui mimpi atau khayalan (proses primer).
b.
Secara
langsung, bisa melalui proses seksual.
2.
Ego (penyeleksi perilaku) yaitu Link
atau penghubung Id dengan dunia luar yang digunakan untuk menyampaikan
maksudnya agar diterima oleh oranglain. Dalam pemenuhannya dipengaruhi dengan
adanya adaptasi. Ego mengontrol libidinal dengan cara yang dapat diterima orang
lain (proses sekunder).
3.
Superego (moral) yaitu standar moral yang diterima ego dari lingkungan
luar seperti pandangan orangtua. Dibentuk oleh faktor eksternal. Jika kita
berperilaku positif maka mendapatkan penghargaan dari lingkungan. Jika kita
berperilaku negative maka mendapatkan hukuman.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Superego merupakan konflik
daripada Id dan Ego sebagai mediator atau penengah keduanya.
1.3 Aspek
Penunjang Manusia.
Manusia
dalam hidupnya dilengkapi dengan aspek-aspek dalam diri individu, seperti :
1.
Intellegent
Quotioent (IQ) yaitu ukuran
kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio seseorang. Mendorong kita untuk mempelajari hal-hal yang baru, dan
memecahkan masalah seorang individu.
2.
Emosional Quotient (EQ) yaitu kemampuan kita dalam pengontrolan emosi dan
terdapat dua arah dalam bersikap, diantaranya :
a. Arah
kedalam (personal) sebuah kesadaran diri, penerimaan diri,hormat diri dan
penguasaan diri.
b. Arah
keluar (interpersonal) berarti kemampuan memahami orang, menerima orang, mempercayai
orang, dan mempengaruhi orang.
3.
Spiritual Quotient (SQ) yaitu proses penyeberangan makna yang lazin dari,
makna material kepada makna spiritual. Intinya hidup tidak semata-mata untuk
mencari materi, tapi harus melakukan amal kepada Tuhan dan manusia. Dalam
membentuk akhlak, budi pekerti individu agar hidup lebih bermakna.
4.
Adversitas Quotient (AQ) yaitu kecerdasan dalam menghadai kesulitan hidup.
Ada individu yang tetap bertahan dengan kesulitannya dan menghadapinya, ada
pula yang memilih untuk menyerah. Bertujuan untuk mengukur seberapa tahan dalam
menghadapi masalah dan meraih kemenangan dalam membentuk budi-akhlak-iman.
Jadi, pola pikir, ketahanan, keimanan, pengontrolan diri kita dapat diukur
dan semua tergantung dari kemampuan manusia itu sendiri bagaimana menyikapinya.
Inilah kelebihan yang diberikan kepada manusia sebagai makhluk yang paling
sempurna diantara makhluk lainnya.
2.
Kebudayaan.
Budaya berasal dari kata buddhayah dari kata jamaknya buddhi
(sansekerta) yang artinya akal. Menurut koentjaraningrat kebudayaan adalah
seluruh gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan mempelajari
hasil budi pekertinya. Budaya, pola pikir mengenai nilai, norma, kebiasaan,
hukum, aturan, pengetahuan, kepercayaan, adat istiadat, kesenian, karya, cipta
suatu masyarakat yang dilakukan secara turun-temurun. Definisi budaya sangatlah
kompleks dan luas cakupannya.
Namun budaya yang vital itu mencakup sistem nilai dan
gagasan utama, dimana bagian tersebut dihayati oleh masyarakat lalu mendominasi
sehingga membentuk pola bertingkah laku terhadap masyarakat. Dalam hal yang
terperinci budaya vital ini terwujud dalam sisitem kebudayaan lainnya, yakni :
1.
Sistem ideologi yaitu meliputi etika, norma, aturan sebagai pengarahan untuk sistem sosial.
2.
Sistem sosial yaitu meliputi hubungan dan kegiatan sosial dalam masyarakat.
3.
Sistem teknologi yaitu meliputi segala perhatian dan penggunanya.
Biasanya sistem ini bergantung pada kebutuhan yang diperlukan dalam budayanya.
2.1 Unsur
– Unsur Kebudayaan.
Unsur kebudayaan, sebuah totalitas daripada bagian-bagian
dari sebuah unsur besar maupun kecil. Terdapat tujuh unsur kebudayaan menurut C. Kluckhohn, yakni :
- Sistem Religi yaitu pola pikir manusia bahwa ada tuhan yang mengatur dirinya termasuk kebudayaannya.
- Sistem organisasi masyarakat yaitu bahwa manusia makhluk sosial membutuhkan orang lain untuk melengkapi individu. Yang awalnya sulit karena seorang diri menjadi terbantu (gotong royong).
- Sistem pengetahuan yaitu ilmu yang diterima lalu disampaikan dari generasi ke genersi selanjutnya.
- Sistem ekonomi yaitu manusia berupaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan.
- Sistem Teknologi dan Peralatan yaitu kemampuan manusia dalam membuat dan menggunakan alat agar kehidupannya terpenuhi.
- Bahasa yaitu suatu cara agar manusia dapat berkomunikasi dengan mudah dan jelas maksudnya.
- Kesenian yaitu pemuas bagi manusia selain memenuhi kebutuhan perutnya.
2.2 Aspek
– Aspek Kebudayaan.
Menurut C.
Kluckhohn juga, orientasi kebudayaan meliputi 5 aspek kehidupan manusia
yaitu
- Hakekat Hidup Manusia yaitu pengisian hidup seorang individu mulai dari hal negatif maupun positif.
- Hakekat Karya Manusia yaitu hasil dari keahlian yang dapat digunakan untuk kehidupan maupun kepuasan tersendiri.
- Hakekat Waktu Manusia yaitu pandangan kebudayaan terhadap masa lalu ataupun masa depan.
- Hakekat Alam Manusia yaitu kepentingan dan timbal balik atas apa yang telah kita perbuat terhadap lingkungan.Hakekat Hubungan Manusia yaitu pandangan manusia terhadap kehidupan sosialnya, terhadap sesama, tokoh-tokoh, maupun membanggakan diri.
3. Hubungan Manusia dengan Kebudayaannya.
Manusia dan Kebudayaannya adalah suatu keterkaitan yang
tidak bisa dipisahkan, manusia membutuhkan budaya dalam kesehariannya untuk
mengatur kehidupannya sehari-hari agar dapat diterima secara umum. Dan budaya
membutuhkan manusia, apabila tidak ada manusia yang membuat atau menggunakan
suatu budaya maka budaya tersebut akan terhenti total dan tidak ada Brainware yang menjalankanya.
Kita menerima suatu budaya berarti kita menerima diri
kita untuk masuk kedalam suatu masyarakat. Oleh sebab itu manusia denga budaya
sama halnya manusia dengan kehidupan masyarakat.
Namun Dalam suatu persoalan tertentu kita dapat menyaring
dan menolak suatu budaya untuk dianut kita apabila tidak sesuai dengan ajaran
budi luhur kita, dan bukan semata-mata untuk menjauhkan diri dari masyarkata,
namun kita diajarkan untuk hidup bertoleransi.
Daftar Pustaka
Amru Ghazali, M. Yusuf.2011.ENSIKLOPEDIA AL-QUR’AN & HADIS PER TEMA.Jakarta : ALITA AKSARA
MEDIA.
Koentjaraningrat.1974.PENGANTAR ANTROPOLOGI.Jakarta : Aksara Baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar