Urbanisasi ke Jakarta
tak Bisa Dicegah
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA
–
Urbanisasi atau perpindahan penduduk
desa ke DKI Jakarta tidak bisa dicegah, tapi pemerintah daerah harus bisa
menata arus urbanisasi dengan pemantauan per kecamatan.
“Kita tidak
bisa mencegah para pencari kerja ke Jakarta. Mereka juga berhak atas masa depan
yang mereka yakini di Jakarta. Pemda Jakarta harus bisa mengelola arus
urbanisasi itu,” kata akademisi Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing,
Senin (27/7).
CEO Survey Lintas Nusantara (SLN
Survey) ini mengatakan bahwa pemerintah Jakarta harus terus memantau dengan
bekerja sama dengan kecamatan dan kelurahan di Jakarta untuk memantau arus
urbanisasi itu.
“Biasanya para urban itu melapor pada RT RW setempat. Jika
mereka tidak melaporkan diri, RT dan RW harus mendatangi mereka dan mencatatkan
ke kelurahan setempat. Pemda harus meminta laporan arus urban itu dari
kelurahan,” kata Emrus.
Menurut
Emrus, itu adalah bentuk kewajiban Pemda untuk mengelola arus urbanisasi dari
daerah ke Jakarta. “ Kaum urban jangan dimanfaatkan untuk kepentingan politis.
Pemda harus bisa melayani dan mengelola kaum urban itu,” kata Emrus.
Lebih
jauh, pengamat Universitas Brawijaya Malang, Anang Sujoko mengatakan bahwa
tidak dipungkiri bahwa Jakarta masih punya daya tarik tersendiri bagi
masyarakat kota kecil dan luar Jawa.
“Mereka
masih menganggap Jakarta adalah tempat tepat untuk perbaikan masa depan
mereka,” kata Anang Sujoko.
Menurutnya, urbanisasi sebenarnya
tidak identik memberikan dampak negative, namun dapat memberikan keuntungan,
yaitu dapat memodernisasi kaum urban, mengekplorasi keterampilan dan
pengetahuan mereka serta menjalin kerjasama yang baik antarwarga satu daerah
dengan yang lain.
“Banyak pengusaha sukses di Jakarta yang berasal dari
daerah,” kata Anang.
1.
Analisa
Penyebab
dari menumpuknya masyarakat yang pindah dari desa ke kota atau urbanisasi
disebabkan tidak dapat meratanya pertumbuhan ekonomi di setiap-setiap daerah,
akibatnya masyarakat desa memaksakan diri untuk mengadu nasib ke Jakarta tanpa
modal keahlian yang mumpuni.
Namun
walaupun urbanisasi tidak sepenuhnya negatif tetap saja harus ada pengelolaan
yang efisien dan efektif untuk para urban. Kebanyakan urban masih berpikir mainstream, menganggap kalau ingin
merubah keadaan hidupnya haruslah ke Jakarta, padahal tidak demikian. Kemudian
penataan urbanisasi yang buruk biasanya dikarenakan kepentingan politik yang
dilakukan oleh RT, RW, Kelurahan setempat, demi memenuhi politik belaka tata
kota dan penduduk di Jakarta menjadi semerawut.
2.
Solusi
Seharusnya
masyarakat memiliki kesadaran akan menumpuknya penduduk di Jakarta, bukan
membuat padat Jakarta. Kemudian diadakan penyuluhan kepada masyarakat dan diajarkan
untuk membangun perekonomian di daerahnya dan membuka lapangan pekerjaan
didaerahnya. Adanya fasilitas yang mendukung untuk masyarakat daerah agar
mereka dapat mengembangkan kehidupan ekonominya dan daerahnya.
Kemudian
pemerintah kota Jakarta harusnya tidak setengah-setengah dalam mengambil
tindakan dan keputusan, jangan hanya memikirkan politik saja demi keuntungan
diri sendiri. Seharusnya pemerintah mampu untuk mencegah urban sehingga
tercipta tata kota yang baik. Pulangkan urban yang kurang bermanfaat untuk
tinggal di Jakarta, dan berikan mereka studi untuk berusaha dalam ekonomi di
daerahnya.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar