Auto Biografi
Perkenalkan nama saya Achmad
Fauzi, saya lahir di Bogor, 24 Februari 1997, saya dilahirkan dengan normal,
dan alhamdulillah sehat wal'afiat. Selama masih bayi saya menjadi individu yang lucu mungil
botak dan hitam ya itulah saya. Alhamdulillah saya dilahirkan ke dunia ini
didampingi dengan keluarga yang alhamdulillah juga dapat memenuhi kebutuhan
hidup saya dengan cukup. Bapak saya yang bernama Asep Sudama dulunya adalah
seorang buruh pegawai perusahaan swasta dengan gaji kecil 300rb, beliau adalah
lulusan STM, karena orangtuanya serba kekurangan bapak saya tidak dapat
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, padahal ingin sekali beliau
melanjutkan kuliah dan kursus bahasa inggris serta komputer pada masa itu,
namun apa daya bapak saya tidak dapat berbuat apa-apa. Kemudian mama saya yang
bernama Helawati Desieta dulunya adalah seorang guru Taman Kanak-Kanak adlaah
lulusan D1 dan tanpa gelar, hidupnya juga serba ke kurangan karena keadaan keluarganya
yang kurang mampu, oleh sebab itu juga tidak dapat melanjutkan ke tingkat
pendidikan yang lebih tinggi.
Seiring
berjalannya waktu saya tumbuh menjadi siswa di TK yang jaraknya sekitar 1,5 km
dari rumah, saya sekolah di TK Islam karena butuh pendidikan agama yang baik
yang harus dibina sejak dini. Banyak kegiatan yang saya lakukan disekolah TK,
menyanyi, menggambar dan mewarnai, berlatih angklung, belajar membaca dan berhitung,
dan pastinya semuanya bersifat senang-senang. Pertama kali saya mendapatkan
hadiah piala yaitu saat saya lomba lari menancapkan bendera kedalam batang
pohon pisang, saya mendapatkan juara ketiga dan saya bangga bukan main karena
saya menang juara ketiga dari tiga orang yang mengikuti lomba hehehe. Kemudian
saya pernah mengikuti kegiatan kesenian angklung dikelas, saya memegang nada DO
rendah. Kami semua mengikuti acara pementasan kesenian bermain angklung dan
disitu saya merasa senang sekali. Tidak lama saya di TK hanya beranjak satu
tahun saja dan tidak melanjutkan TK lagi tetapi langsung meloncat ke SD dengan
umur 6 tahun, entah kenapa saya ingin sekali langsung masuk SD.
Beranjak
sekolah di SD selama enam tahun saya belajar dengan baik dan giat,
alhamdulillah tidak ada yang mengulang kelas, sehingga saya senang tidak ada
hambatan waktu dalam menyelesaikan sekolah 6 tahun. Awalnya saya merasa kesulitan
ketika saya dikelas satu karena saya belum pandai betul pelajaran SD karena
saya hanya bisa main-main di TK, sebab itu saya kebanyakan menyontek pelajaran
yang tidak saya mengerti. Tetapi syukur hanya satu tahun saja saya mendekap
dalam ketidak mengertian, mulai kelas dua sampai kelas enam saya selalu belajar
dengan giat dan mendapatkan ranking sepuluh besar, lima besar, namun hanya
predikat ranking satu saja yang belum pernah saya dapatkan hingga saya kuliah. Ada
momen yang paling mengesankan di SD yaitu saat saya mengikuti perlombaan
badminton tingkat kecamatan ya walaupun akhirnya kalah namun saya tetap bahagia,
dan berlomba dibidang sains tingkat kecamatan juga ya walaupun kalah juga namun
saya tetap senang. Saya pun mendapatkan kebahagiaan terkakhir di SD ya saya
lulus dengan nilai UN tertinggi ketiga di sekolah saya dengan nilai UN 26,90.
Saya masuk SMP negeri
didepok yaitu SMPN 1 Depok yang popularitasnya baik namun yang terbaik SMPN 2
Depok, SMPN 3 Depok, barulah SMP saya tau begitu saya masuk SMPN 2 Depok aja
tau NEM saya tinggi. Saya masuk sini lewat jalur seleksi NEM karena saya dari
rayon bogor harus pindah rayon depok dan bagi yang pindah rayon hanya
disediakan 10 bangku kosong saja. Alhamdulillah saya masuk SMPN 1 Depok.
Akhirnya saya bisa melewati MOPDB dengan suka hati tanpa tekanan. Saat
saya SMP tidak banyak yang berkesan hanya perlombaan karate saja yang saya
ikuti. Hingga kelas sembilan pun tiba dan UN pun tiba, saya biasa gugup pasti
pengen muntah dan sakit perut waktu mau ujian saya jalanin dengan tenang saya
gak pake kunci jawaban saya kerjain yang sebisanya saya dan pasrah. saya pun
ikutin permainan UN selama empat hari dan alhamdulillah saya seneng banget bisa
nyelesaiin UNnya. Menunggu hasil UN bulan demi bulan sampailah dititik
pengumuman, saya deg degan liat hasilnya dan ternyata saya hanya mendapatkan
NEM 32,70 menurut saya hasil yang mengecewakan dan saya pun lemas dan diem.
Tapi saya seneng udah bisa lulus tapi imbasnya saya gak bisa masuk SMAN 3 Depok
padahal saya pengen banget, dan akhirnya saya memutuskan untuk terbang ke Kota
Bogor dan melanjutkan pendidikan disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar