Penebang Kayu yang Tidak Tahu Berterimakasih
Pada
jaman dahulu, di suatu desa, ada seorang penebang kayu yang sangat miskin,
sehingga dia hanya mempunyai sebuah kapak untuk bekerja dan menghidupi
anak-anak dan istrinya. Dengan sangat sulit dia bisa memperoleh enam pence
(sejenis mata uang) setiap hari. Dia dan istrinya harus bekerja membanting
tulang dari subuh hingga larut malam agar mereka dapat hidup dengan tidak
kehabisan makanan. Apabila mereka beristirahat, mereka tidak akan mendapatkan
apa-apa.
